Bunga desember berasal dari Afrika bagian
selatan. Tumbuhan ini memmpunyai bunga mirip payung yang berkoloni,
sehingga membulat seperti bola. Ujung bunga-bunga tersebut berwarna
kuning atau oranye. Tanaman ini membentuk 1 tangkai bunga yang bundar
pipih dan muncul di sekitar ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk seperti
jarum berwarna merah terang, benang sari melengkung keluar, tangkai
sarinya memiliki panjang 2 – 5 cm dan berwarna merah tua, sedangkan
kepala sari berwarna merah jambu. Bakal buahnya sendiri berbentuk elips
dengan panjang sekitar 0,5 cm.
Cara merawat bunga desember
Merawat bunga desember tergolong mudah, meski begitu ada beberapa poin penting yang wajib dipahami.
Merawat bunga desember tergolong mudah, meski begitu ada beberapa poin penting yang wajib dipahami.
- Bunga desember lumrahnya akan berbunga di akhir/awal tahun, meski begitu tak jarang ada juga bunga desember yang mekar di luar bulan-bulan tersebut. Hal ini mungkin dikarenakan efek pemanasan global yang mendera bumi.
- Ketika bakal tumbuhan muncul ke permukaan tanah, biarkan tunas tersebut tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu disiram. Sebab jika banyak disiram, umbi dari tunas tersebut akan membusuk dan mati.
- Jika daun sudah mulai terbentuk, Anda bisa mulai menyiraminya, namun jangan berlebihan dan jangan terlalu sering.
- Anda bisa memanen bunga desember begitu buahnya terlihat, satu buah berisi satu biji, dan biji inilah yang bisa Anda gunakan untuk dibudidayakan.
- Jika Anda ingin membudidayakan bunga desember ini, tanamlah dulu pada polybag, dan kemudian tanamlah di tanah saat musim hujan masih berlangsung.
Itulah sekilas tentang bunga desember dan
beberapa tips untuk merawatnya. Satu filosofi yang bisa kita ambil dari
bunga desember, bahwa alangkah baiknya kita menutup lembaran tahun ini
dengan keceriaan dan keindahan. Seperti bunga desember ini. (Arie Kurniawan)
sumber: https://santuarie.wordpress.com/2015/11/17/mengenal-lebih-dekat-bunga-desember/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar